Artikel

Telinga kemasukan Serangga ?

2 min read

Pagi ini adalah rekor sejak dua ribu tujuh belas berjalan. Untuk pertama kalinya, saya bangun pukul 4 dengan sendirinya, tanpa dering alarm. Tepatnya terbangun karena ada yang berselancar di saluran telinga. Haha, jekpot.

youtube.com

Yang ada dipikiran pertama kali adalah mencari handphone. Melakukan sesuatu tanpa pengetahuan apapun adalah berbahaya bukan. Kecuali kita sudah pernah mendengar atau mengalami hal serupa sebelumnya. Dengan suara sayap berkepak atau kaki berselancar di telinga yang tidak kunjung henti saya menemukan beberapa poin yang mengatakan bahwa jangan panik saat telinga kemasukan serangga. Oke, sudah lulus. Lalu beberapa mengatakan, masukkan minyak kedalam telinga untuk mematikan serangga, serius? Ini tidak sesuai harapan saya.

Halaman lain mengatakan untuk menutup telinga lain yang tidak berisi serangga, agar serangga keluar mencari sumber oksigen. Masuk akal, karena telinga kita saling berhubungan. Jadi saya tutup telinga lain dengan kapas. Ada juga yang mengarahkan untuk menyinari lubang telinga dengan senter agar serangga mencari sumber cahaya. Iya, tapi berapa lama saya harus menyinarinya, sedangkan Mas Imam (teman sekampung) sudah mulai mulai live (solo) di masjid. Artinya ini sudah setengah lima -_-

Sekitar pukul enam pagi, sepertinya si serangga sudah lelah setelah berolah raga keras. Dia berhenti. Sesampainya dikantor, saya mencoba bertanya kepada Dokter tentang hal ini. Setelah dilihat, ternyata menang ada serangga kecil didalam telinga yang sudah mati. R.I.P. Semoga dia tidak menyesal dengan akhir hidupnya yang sedikit gelap. Apakah serangga ini perlu dikeluarkan? Dokter mangatakan bahwa sebenarnya tidak perlu. Karena ukurannya kecil. Dia akan membusuk dan keluar bersama kotoran telinga saat kita membersihkannya. Sebenarnya, kita bisa membersihkannya dengan pergi ke dokter THT. Tetapi, telinga kita akan sangat bersih dari kotoran yang diperlukan oleh telinga untuk melindungi dari benda asing yang akan masuk ke telinga. Tetapi, jika serangga yang masuk berukuran besar, tentu saja perlu untuk mengeluarkannya.

Jadi, beberapa poin yang perlu diperhatikan mungkin adalah. Jangan panik. Jangan memasukkan cairan untuk membuat serangga mati dalam telinga. Karena kita tidak tahu apakah telinga kita ada luka karena serangga, dan cairan apapun bisa membuat infeksi. Atau bahkan membuat serangga terdesak dan masuk lebih dalam dan mencapai gendang telinga. Pergi ke dokter THT adalah yang terbaik, haha. Selain menutup telinga sebelah untuk sementara. Semoga kalian tidak mengalami hal ini, Cheerz!

Ref: Berbagai Sumber, dr. Kusnadi Rusli.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×