Website

Cara Membuat Website Desa Wisata

2 min read
Cara Membuat Website Desa Wisata

Di tengah tren back to nature, desa wisata menjadi primadona baru bagi pelancong mancanegara maupun domestik. Namun, seindah apa pun desa Anda, tanpa kehadiran digital yang kuat, potensi tersebut akan sulit ditemukan.

Website desa wisata adalah brosur digital 24 jam yang tidak hanya menginformasikan lokasi, tetapi juga “menjual” pengalaman. Tetapi, bagaimana cara membuatnya? Mari simak panduan lengkapnya.


Perbedaan Website Desa Reguler vs Website Desa Wisata

Sebelum memulai, Anda harus memahami perbedaan fokusnya agar strategi konten Anda tepat sasaran:

Fitur Website Desa (Reguler) Website Desa Wisata
Target Audiens Warga lokal & Pemerintah Wisatawan & Agen Travel
Tujuan Utama Pelayanan Publik & Transparansi Promosi, Branding, & Booking
Tone Bahasa Formal & Informatif Mengajak, Ramah, & Inspiratif
Konten Utama Berita Desa & Data Penduduk Paket Wisata, Galeri, & Ulasan

Cara Membuat Website Desa Wisata


Langkah Strategis Membuat Website Desa Wisata

1. Visual yang Memikat (Hero Image & Video)

Kesan pertama adalah segalanya. Gunakan foto beresolusi tinggi atau video udara (drone) di halaman utama yang menampilkan ikon kebanggaan desa. Wisatawan harus langsung merasa “ingin ke sana” dalam 3 detik pertama melihat website.

2. Memilih Platform dan Domain yang Komersial

Berbeda dengan instansi pemerintah, website desa wisata lebih fleksibel dalam penggunaan domain.

  • Domain: Anda bisa menggunakan .id, .com, atau tetap di .desa.id. Jika targetnya turis mancanegara, domain .com atau .travel sangat disarankan.

  • CMS: Gunakan WordPress karena memiliki ekosistem plugin pemesanan (booking) yang sangat lengkap dan mudah dipelajari.

3. Struktur Menu yang Berorientasi Pengunjung

Pastikan navigasi website mudah dipahami. Berikut menu wajib untuk website desa wisata:

  • Destinasi: Daftar objek wisata (air terjun, sawah, situs budaya).

  • Aktivitas (Experience): Apa saja yang bisa dilakukan? (Misal: Membajak sawah, kelas membatik, trekking).

  • Paket Wisata: Pilihan paket mulai dari day trip hingga paket menginap.

  • Akomodasi: Informasi homestay milik warga desa.

  • Kuliner & Souvenir: Promosi produk UMKM lokal.

  • Cara Berkunjung: Peta navigasi, akses transportasi, dan kontak pemandu.

4. Integrasi Sistem Pemesanan (Booking System)

Jangan biarkan pengunjung hanya melihat-lihat. Berikan tombol “Pesan Sekarang”. Anda bisa mengintegrasikannya dengan:

  • Formulir WhatsApp (paling simpel untuk admin lokal).

  • Plugin reservasi otomatis (seperti WP Hotelier atau WooCommerce).

  • Link ke platform pihak ketiga (Traveloka, Tiket.com, atau Airbnb).


Tips SEO: Agar Desa Anda Muncul di Pencarian Wisata

Agar website desa wisata Anda banyak dikunjungi, terapkan teknik SEO khusus pariwisata:

  1. Keyword “Hidden Gem”: Gunakan kata kunci seperti “Wisata tersembunyi di [Nama Kabupaten]” atau “Rekomendasi wisata alam di [Nama Desa]”.

  2. Artikel Blog Bertema Panduan: Buat artikel seperti “5 Hal yang Wajib Dibawa Saat Berkunjung ke Desa Wisata X” atau “Waktu Terbaik Mengunjungi Desa X”.

  3. Local SEO (Google Maps): Pastikan website terhubung dengan profil Google Business Profile agar muncul di Google Maps.

  4. Testimoni & Review: Tampilkan ulasan dari pengunjung sebelumnya untuk meningkatkan kepercayaan calon turis.

Website desa wisata bukan sekadar pajangan, melainkan alat investasi jangka panjang untuk meningkatkan ekonomi warga. Dengan tampilan visual yang cantik dan kemudahan pemesanan, desa Anda siap menjadi destinasi favorit berikutnya.

Hubungi saya melalui tombol chat di pojok kanan website, jika anda perlu konsultasi lebih terkait kebutuhan website desa wisata. Selamat mencoba!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 4 =

Chat!
1