Artikel, WordPress

Apa itu Persistent Object Cache

1 min read
Perbedaan Redis dan LiteSpeed Cache

Persistent object cache adalah mekanisme caching yang digunakan untuk menyimpan objek-objek PHP dalam memori atau dalam penyimpanan yang lebih cepat seperti Redis atau Memcached. Dalam konteks WordPress, persistent object cache dapat meningkatkan kinerja situs web dengan menyimpan hasil query database dan objek PHP yang sering dipanggil, sehingga mengurangi beban server dan waktu loading halaman.

Saat WordPress dijalankan, objek-objek PHP dihasilkan setiap kali halaman dimuat. Objek-objek ini termasuk halaman, widget, postingan, dan banyak lagi. Dalam kebanyakan kasus, objek-objek ini dihasilkan dari query database dan proses yang memakan waktu. Dengan persistent object cache, hasil query database dan objek-objek PHP yang sering dipanggil disimpan di cache sehingga tidak perlu dihasilkan ulang setiap kali diminta.

Dalam WordPress, persistent object cache dapat diaktifkan dengan menggunakan plugin seperti Redis atau Memcached. Setelah diaktifkan, plugin ini akan menyimpan objek-objek PHP di memori atau penyimpanan yang lebih cepat dan dapat diakses kembali ketika objek tersebut diperlukan. Dengan menggunakan persistent object cache, situs web WordPress dapat menjadi lebih cepat dan responsif karena mengurangi beban server dan mempercepat waktu loading halaman.


Related Posts

Chat!
1