Kita sering mengira AI besar seperti Claude, ChatGPT, Gemini, dan Perplexity hanya mengandalkan data latihannya saja. Nyatanya, keempatnya memanfaatkan search engine eksternal untuk menyajikan jawaban real-time dan akurat.
Claude AI: Mengandalkan Brave Search
Claude AI mempercayakan Brave Search sebagai sumber utama pencarian web-nya. Brave Search memiliki indeks independen yang mencakup lebih dari 19 miliar halaman dan menambahkan 50–70 juta halaman baru setiap hari. Penggunaan Brave memastikan Claude bebas dari pengaruh Google maupun Bing, dengan tingkat kesesuaian hasil mencapai 86,7% terhadap hasil teratas Brave Browser.

ChatGPT: Bekerja Sama dengan Microsoft Bing
OpenAI mengintegrasikan ChatGPT dengan Microsoft Bing melalui sistem “Prometheus”. Saat pengguna Plus mengaktifkan fitur browsing, ChatGPT memanggil Bing Search API untuk mendapatkan data terkini. Hasil penelusuran ini kemudian diproses oleh GPT dan disajikan dalam bentuk ringkasan maupun kutipan langsung—menjadikan Bing otoritas search engine di ekosistem ChatGPT.

Google Gemini: Naturalisasi dengan Google Search
Sebagai produk Google, Gemini memanfaatkan kekuatan Google Search dan Knowledge Graph. Lewat fitur “Grounding with Google Search” dan mode AI terintegrasi di Search, Gemini dapat melakukan deep search, menelusuri ratusan situs sekaligus, lalu menyajikan ringkasan komprehensif yang terus diperbarui oleh indeks Google real-time.

Perplexity AI: Hybrid Multi-Source
Perplexity AI menggunakan pendekatan hybrid—mengombinasikan Bing API dengan indeks internal. Setiap permintaan pencarian divalidasi melalui Bing, kemudian diperkaya dengan data lokal dan LLM canggih seperti GPT-4o dan Claude 3.5 Sonnet. Metode ini memungkinkan Perplexity memberi jawaban cepat, lengkap, dan selalu up-to-date.
Dari Brave Search hingga Google Search, tiap AI memiliki mitra pencarian real-time yang dipilih berdasarkan kebutuhan: independensi, kekuatan integrasi, atau kombinasi sumber. Dengan begitu, AI modern tak lagi sekadar “belajar sekali,” melainkan terus mengupdate pengetahuannya melalui search engine terpercaya.
Dengan data ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Ai juga menggunakan mesin pencari untuk mendapatkan informasi di internet. Atau lebih tepatnya informasi yang tersedia di internet yang disajikan melalui halaman-halaman website. Jika kamu tertarik belajar tantang Website, SEO dan perkembangannya di era Ai dan teknologi yang berkembang pesat ini, saya ajak kamu bergabung di komunitas Web & SEO yang saya kembangkan. 100% free, tidak ada biaya apapun. Silahkan bisa klik di link berikut : nas.io/seomasters
- https://www.tryprofound.com/blog/what-is-claude-web-search-explained
- https://brave.com/search/api/guides/using-brave-search-api/
- https://brave.com/search/
- https://www.cnet.com/tech/computing/microsofts-ai-powered-bing-challenges-google-search/
- https://blogs.microsoft.com/blog/2023/02/07/reinventing-search-with-a-new-ai-powered-microsoft-bing-and-edge-your-copilot-for-the-web/
- https://ai.google.dev/gemini-api/docs/google-search
- https://search.google/ways-to-search/ai-mode/
- https://en.wikipedia.org/wiki/Perplexity_AI
- https://www.langchain.com/breakoutagents/perplexity